Pendidikan

Adapun Al ifraath adalah lawan dari tafrith yakni

Adapun Al ifraath adalah lawan dari tafrith yakni

Adapun Al ifraath adalah lawan dari tafrith yakni

Adapun Al ifraath adalah lawan dari tafrith yakni kecenderungan orang untuk digiring kedalam sikap ekstrim dalam penafsiran dan pengamalan agama atau yang diistilahkan oleh Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam dengan ghuluw. Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam mengingatkan kita terhadap sikap ghuluw ini didalam sabda beliau: ”Jauhkanlah diri kalian dari ghuluw (berlebih-lebihan) dalam agama, karena sesungguhnya sikap ghuluw ini telah membinasakan orang-orang sebelum kalian” (HSR. Ahmad (I/215, 347), dan lainnya, dari Sahabat Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu). Umat-ummat sebelum kita seperti bani israil itu binasa karena sikap ghuluw terhadap agama dan batas-batas yang Allah tetapkan. Contoh dari sikap ghuluw ini antara lain merampok dikatakan berjihad, membunuh sesama muslim dikatakan berjihad. Padahal jihad itu memang disediakan di dalam Islam, namun karena ia juga merupakan salah satu bentuk ibadah di dalam Islam yang sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya, maka ia juga harus memenuhi ketentuan-ketentuan baku di dalam Islam tentang ibadah jihad tersebut, sehingga tidak boleh sembarangan mengatakan suatu perbuatan itu jihad sebelum syarat-syaratnya terpenuhi. Begitulah di dalam pemahaman Islam yang ghuluw (ekstrim) yang ifrath ini Islam ditafsirkan dan ditampilkan sebagai agama yang serba perang, serba keras, serba pertumpahan darah, seolah-olah Islam itu harus menumpahkan darah, dan seolah-olah ibadah yang paling tinggi di dalam Islam ialah menumpahkan darah. Akhirnya dengan fitnah ifrath ini, sesuatu yang sesungguhnya sudah mempunyai batasan yang demikian jelas di dalam Islam itu akhirnya dibuang batas itu kemudian diganti dengan sesuatu yang difahami secara ekstrim (diluar batasan Islam) yang kemudian akhirnya pemahaman tersebut seakan-akan menjadi ajaran yang pokok dalam Islam. Rasulullah Shalallahu `alayhi Wasallam telah mensiyalir gejala ini di dalam sabda beliau dihadapan para sahabat beliau:” Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur’an, yang mana bacaan kalian tidaklah sebanding bacaan mereka sedikitpun, tidak pula shalat kalian sebanding dengan shalat mereka sedikitpun, dan tidak pula puasa kalian sebanding dengan puasa mereka sedikitpun”. [Muslim II/743-744 No. 1064]. Ternyata apa yang diberitakan oleh Nabi Shalallahu `alayhi Wasallam ini terjadi di zaman khlifah Ali bin Abi Thalib kurang lebih 24 tahun sepeninggal nabi. Muncul suatu kelompok yang namanya khawarij. Mereka ahli ibadah luar biasa. Sampai-sampai saking ahli ibadahnya mereka akhirnya merasa bahwa merekalah yang paling benar dan paling dekat dengan Allah. Bahkan mereka menganggap siapapun yang berada diluar komunitas mereka adalah kafir dan harus diperangi. Akhirnya mereka menjadi suatu gerombolan yang begitu ekstrim dan reaksioner dan keras terhadap kelompok-kelompok di luar mereka. Ketika mereka ditangkap oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib dan sebagiannya dibunuh oleh Khalifah, didapati orang-orang yang ditangkap ini memang benar-benar ahli ibadah sebagaimana yang di beritakan oleh Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam kurang lebih 24 tahun sebelumnya. Dan pemahaman sesat semacam khawarij ini terus berkembang hingga saat ini termasuk di negeri kita tercinta ini.

Baca Juga :