Pendidikan

Architectural Design Optimization

Architectural Design Optimization

Architectural Design Optimization

Architectural Design Optimization

Aplikasi performance-critical perlu untuk dioptimize selama design iterasi, dan kemungkinan selama coding.
Pendekatan untuk performance-critical software:
1. Develop and refine program structure without concern for performance-critical optimization.
2. Use case tool that simulate run-time performance toisolate area inefficientcy.
3. During later design iterations, select modules that are suspect “time hogs” and carefully develop procedures (algorithms) for time efficiency.
4. Code in an appropriate programming language.
5. Instrument the software to isolate module that account for heavy processor utilization.
6. If necessary, redesign or recode in machine dependent language to improve efficincy.

Interface Design

Interface design terfokus pada tiga area yaitu:
1. design interface antar software module.
2. design interface antara software dan prosedur nonhuman serta informasi customer.
3. design interface antara manusia (user) dan komputer.

Internal dan eksternal interface design
Internal program interface, kadang disebut intermodular interface design, berasal dari data yang harusnya mengalir antara module dan karakteristik bahasa pemrograman yang softwarenya diimplementasikan.
Eksternal interface muali dengan sebuah evaluasi setiap eksternal entity yang direpresentasi dalam DFD analysis model. Data dan kontrol requirement eksternal entity ditentukan dan eksternal interface didesain.

Internal dan Eksternal interface harus dipasangkan dengan validasi data dan algoritma error handling dalam sebuah modul. Karena efek samping propagasi melalui program interface, Hal ini penting untuk mengecek semua data yang mengalir dari modul ke modul (atau ke dunia luar) untuk memastikan data conform ke bounds dibangun sewaktu requirement analysis.

Sumber : https://galleta.co.id/