Pendidikan

Bupati Bekasi Berikan Arahan kepada Kepsek SD dan SMP Terkait Honorer Berdemo

Bupati Bekasi Berikan Arahan kepada Kepsek SD dan SMP Terkait Honorer Berdemo

Bupati Bekasi Berikan Arahan kepada Kepsek SD dan SMP Terkait Honorer Berdemo

Hasil aksi demo yang dilakukan ribuan para tenaga honorer di Kabupaten Bekasi, maka pemerintah melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah sebagai tindaklanjut menyikapi aksi demo guru honorer yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin bersama jajarannya mengumpulkan para kepala sekolah (kepsek)  untuk dilakukan reconfirm terhadap data yang berkaitan dengan kebutuhan guru di masing-masing sekolah, Selasa (2/10/2018).

Sebelumnya, atas perintah dari Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Pemkab Bekasi juga telah melakukan verifikasi dan pendataan secara langsung ke lapangan yang dilaksanakan pada 26 – 29 September 2018 ke sekolah sekolah negeri yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi

Neneng menjelaskan, pihaknya terus mencari solusi agar kesejahteraan guru honorer

tetap diperjuangkan, yaitu dengan memfilter kembali database yang sudah ada melalui pengembangan sistem yang lebih baik.

Bupati Neneng juga ingin agar ke depannya dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi ini lebih dekat lagi.

“Database sebenarnya sudah ada, hanya saja SDM (sumber daya manusia) yang ada harus lebih diselektif lagi, dari mulai perhitungan jumlah guru yang ada, kinerja sesuai jam kerja yang efektif karena jumlah tenaga kerja honorer yang berjumlah tinggi ini, tentu nantinya ini akan sangat berpengaruh terhadap  penganggaran UMK (upah minimum kabuoaten) yang terbilang besar,” ungkapnya.

Diakui Bupati, berbicara soal guru itu sedari dulunya belum ada seleksi kecuali melalui CPNS

. Sementara untuk yang lainnya tidak pernah diseleksi, artinya berdasarkan kebutuhan saja.

“Kita akan melihat terlebih dahulu situasinya seperti apa, makanya kita akan hitung dulu mana yang linear dan tidak linear atau ada yang kelebihan bisa saja,” terang Neneng.

Dari hasil pertemuan yang hadiri kurang lebih 708 orang kepsek tingkat sekolah dasar

(SD) dan 95 orang kepsek SMP yang ada di Kabupaten Bekasi. Neneng berharap, agar masing-masing dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan porsinya.

“Operator biarlah tetap jadi operator, kalau dia guru rangkap jadi operator itu yang harus dipertimbangkan,” katanya

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/