Pendidikan

Kemendikbud Gerakan Budayakan Baca sejak Dini

Kemendikbud Gerakan Budayakan Baca sejak Dini

Kemendikbud Gerakan Budayakan Baca sejak Dini

Budaya Gawai (gadget-red) sangat jelek bagi anak karena dengan gawai anak akan kecanduan.

“Jadi anak-anak akan lekat sekali dengan itu waktunya menjadi terbuang percuma dilayar, padahal masa anak-anak yaitu untuk bergerak motorik itu sangat penting pertumbuhan otot itu tidak akan bertumbuh sempurna” demikian Harris Iskandar Dirjen Pauddikmas Kemendikbud, di Jakarta, Sabtu (27/7 2019) dalam acara “Gernas Baku ” Gerakan Nasional Membacakan Buku Sejak Dini.

Kalau anak dari awal sudah dikenalkan oleh gawai makan pertumbuhan tidak normal, kedua adalah kesehatan mata tidak bagus. Bagi anak banyak sekali dampak-dampak kesehatan selain yang saya sebutkan tadi dan juga secara sosiologis psikologi nggak bagus internet.

“Memang ada khusus bagi anak untuk internet ini tapi tidak semua orang tua mengikuti petunjuk dari kita

kebanyakan yang saya perhatikan itu mereka membebaskan yang begitu” demikian Harris .

Itu sangat tidak “parental guidance” yang ada di menu tidak pernah digunakan tidak mau ribet mereka juga orang tua itu karena orang tua itu juga kecanduan sama gawai nya dan dia tidak mau diganggu.

“Daripada mengganggu emak dan bapaknya anaknya dikasih gawai,itu musibah, bener itu ini kita semua harus sadar betapa ini bahaya sadarkanlah semua orang tua ini marilah kita kembali ke baca buku” ujar Harris.

Kurangi gawai, kalau memang tidak bisa mengetikkan sama sekali kita kurangi

dan jangan menunjukkan di depan anak jangan terlalu demonstratif. Dalam setiap kesempatan orang tua coba kendalikan diri di lingkungan anak jadi lah orang-orang tua yang betulan yang real yang bisa diajak bicara.

Jangan di depan anak kita bawa gawai anak akan mengikuti anak yaitu fotokopi yang paling baik mereka akan mereplikasi apa aja yang kita lakukan kalau kita lakukan dengan gawai dia kan begitu juga,ujar Harris.

“Kami minta untuk mulai membiasakan ini jadi himbauan bukan sekedar imbauan tetapi juga disertai dengan strategi penyebarannya ke semua masyarakat yang bergerak dan disadari penting jadi saya kira ini hanya semacam orkestra.”tandasnya.

“Ayo sama-sama dan saling menyemangati Kenapa kita lakukan pada hari yang sama sehingga serentak supaya semangat aja kita tidak sendiri. Seluruh keluarga Indonesia yang jumlahnya mencapai 42 jutaan sudah mendengar gernas baku dan terinspirasi dan mengikuti kebiasaan baru di rumahnya .”

Terutama untuk keluarga muda dan itu juga hanya bukan kewajiban ibu tapi bapaknya juga. Sebaiknya kebiasaan yang cuma kita kembangkan mudah-mudahan ini menjadi kebiasaan yang baik.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3B9QQCH