Pendidikan

Kurangi Sampah Plastik, SMKN 5 Bandung Ciptakan Gerakan Ini

Kurangi Sampah Plastik, SMKN 5 Bandung Ciptakan Gerakan Ini

Kurangi Sampah Plastik, SMKN 5 Bandung Ciptakan Gerakan Ini

Semakin hari, sampah di bumi semakin bertambah. Berdasarkan data Asosiasi Industri

Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia.

Kesadaran untuk mengurangi penggunaan sampah plastik pun menjadi penting. Salah satunya adalah gerakan membawa tempat makanan dan minuman sendiri. Di Kota Bandung, gerakan tersebut dicetuskan oleh SMKN 5 Bandung.

Guru sekaligus Pegiat Lingkungan SMKN 5 Bandung, Titi Juhaeti menjelaskan, tujuan program

tersebut adalah upaya untuk mengurangi penggunaan plastik yang dilakukan oleh siswa saat membeli makanan dan minuman. Lebih jauh lagi, program tersebut juga diterapkan untuk seluruh masyarakat yang ada di lingkungan sekolah.

“Targetnya adalah siswa, tapi kita juga upayakan untuk seluruh guru, caraka, dan kantin untuk melakukan hal yang sama,” tutur Titi saat ditemui baru-baru ini.

Titi juga menjelaskan ada inisatif dari siswa untuk memasang air galon di setiap kelas, sehingga selain lebih hemat, ide tersebut terbilang efektif untuk mengurangi penggunaan plastik.

“Semenjak tidak diberlakukan moving class, program tersebut mulai dilakukan dan hasilnya efektif,” ucapnya.

Upaya tersebut pun menghasilkan mendapatkan apresiasi. Pada akhir 2018 lalu, SMKN 5 Bandung meraih

predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri dari Kota Bandung. Ini adalah yang ketiga kalinya bagi sekolah yang berdiri tahun 1965 tersebut. Sebelumnya penghargaan serupa diterima SMKN 5 Bandung, yaitu pada 2013 dan 2016 (nasional) mendapatkan penghargaan Adiwiyata.

Titi pun berkomitmen untuk menumbuhkan sikap disiplin pada seluruh siswa. Dia menargetkan pada 2019 akan lebih giat dan gencar untuk mendidik anak agar memiliki karakter yang peduli akan lingkungan.

“Karakter tersebut amat penting dan akan berpengaruh baik saat mereka lulus dan masuk dunia kerja. Mereka akan punya nilai tambah,” ujar Guru Pendidikan Lingkungan Hidup itu.

Hal senada pun diungkapkan oleh Kepala SMKN 5 Bandung, Rini Ambarwati. Dia mengatakan, raihan sekolah mandiri adiwiyata hanya sebuah bonus dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ideal.

“Membiasakan semua warga sekolah utnuk bersikap adiwiyata, betul-betul menjaga lingkungannya adalah sesuatu yang kami upayakan,” ucapnya.

Rini mengakui memang tidak mudah untuk menerapkan kebiasaan yang sama kepada seluruh siswanya yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Namun karena komitmen yang kuat, kebiasaan menjaga lingkungan pun lambat laun terlihat peningkatannya.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/