Pendidikan

Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis

Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis

Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis

a. Nilai Dasar
Walaupun nilai memiliki sifat abstrak artinya tidak dapat diamati melalui indra manusia, namun dalam realisasinya nilai berkaitan dengan tingkah laku atau segala aspek kehidupan manusia yang bersifat nyata namun demikian setiap nilai memiliki nilai dasar, yaitu merupakan hakikat, esensi, intisari atau makna yang terdalam dari nilai-nilai tersebut. Nilai dasar ini bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya hkikat Tuhan, manusia atau segala sesuatu lainnya.
b. Nilai Instrumental
Nilai instrumental merupakan suatu pedoman yang dapat diukur dan dapat diarahkan. Bisa dikatakan nilai instrumental merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar.
c. Nilai Praksis
Pada hakikatnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan yang nyata, atau perwujudan dari nilai instrumental.
Nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis adalah suatu sistem yang perwujudannya tidak boleh menyimpang dari sistem tersebut.
Pada kenyataannya, nilai berbeda dengan fakta dalam kehidupan. Nilai dapat bersifat subyektif maupun obyektif, abstrak, serta menyangkut cita-cita, harapan, keinginan dan segala sesuatu yang dipertimbangkan secara batiniah. Nilai tidak dapat ditangkap oleh indra manusia.
Agar nilai lebih berguna dan efektif dalam menuntun sikap dan perilaku manusia, nilai perlu dikonkretkan agar dapat diamalkan dalam kehidupan manusia. Wujud konkret dari nilai adalah suatu norma.
Norma-norma yang dikenal oleh manusia adalah norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum. Di antara norma-norma tersebut, norma hukumlah yang  keberadaanya lebih kuat di masyarakat, karena sifatnya yang memaksa dan sanksi-sanksinya jelas dan nyata.
Nilai, norma, moral, dan etika memiliki keterkaitan. Nilai direalisasikan dalam norma. Norma berhubungan dengan pembentukkan sikap dan perilaku manusia menuju tindakan-tindakan yang bermoral dan beretika.
Antara moral dan etika, banyak orang yang menganggap moral dan etika adalah dua hal yang erat, bahkan sama saja. Padahal anggapan itu salah. Moral dan Etika memiliki perbedaan. Moral adalah suatu ajaran-ajaran, wejangan-wejangan, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Etika adalah suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral tersebut. Dapat disimpulkan bahwa etika memiliki ajaran-ajaran yang di dalamnya terkandung prinsip-prinsip moralitas.