Pendidikan

Pergerakan Energi Baru

Pergerakan Energi Baru

Pergerakan Energi Baru

Peurunan tajam harga minyak pada akhir 2014 lalu sangat menarik. Sementara sektor migas berusaha beradaptasi dalam ekuilibrium baru, sektor mikro diuntungkan karena biaya transportasi berbasis BBM jadi lebih murah.

Namun, kenyamana penurunan harga minyak di sektor mikro ini harus diwaspadai oleh kita sebagai Bangsa Indonesia. Karena di luar sedang terjadi pergeseran di bidang energi.

Kita semua tahu bahwa Tesla telah menciptakan arah pergeseran (trajectory) ke kendaraan listrik. Lebih tepatnya arah pergeseran dalam hal teknologi baterai. Dalam bisnis, ketika satu perusahaan besar memposisikan diri sebagai yang pertama dan menciptakan arah pergeseran, maka perusahaan lain dan para pesaing akan segera mengikuti.

Jika kita mengikuti perkembangan, saat ini kemampuan baterai mobil listrik sudah sangat jauh meningkat. Sebagai contohnya Renault Zoe, mobil listrik termurah yang dijual di Inggris dengan harga sekitar 340an juta Rupiah (dengan kisaran kurs 17.500 rupiah per pound). Itu belum termasuk insentif pemerintah untuk penggunaan mobil listrik yang bisa mengurangi harga beli sampai 100 juta. Untuk gambaran pembanding mobil listrik lain, Nissan Leaf dijual dengan harga 380 jutaan, dan Mini Copper E sekitar 480 jutaan.

Renault Zoe, dalam satu kali pengisian daya selama 7,5 jam mampu memberikan daya tempuh hingga di kisaran 290 km. Untuk pengisian daya di charging station (kalau di Indonesia disebut SPLU), dalam 30 menit bisa memberikan daya tempuh hingga 40 km. Mobil tersebut juga dilengkapi dengan portable charger jika pengguna ingin melakukan perjalanan jauh tanpa mengisi ulang di charging station.

Untuk perbandingan, biaya pengisian daya untuk charging station KwH rendah sekitar 0.006 rupiah per km, sedangkan untuk rapid charger yang KwH tinggi sekitar 0.002 rupiah per km. Bandingkan untuk Mitsubishi Mirage yang biaya per kilometernya sekitar 0.003 rupiah mengunakan pertamax. Mobil listrik masih lebih murah, dan contoh yang saya ilustrasikan di atas hanya untuk Renault Zoe, termurah namun terendah teknologinya. Mobil listrik lain ada yang sudah dilengkapi dengan regenerative breaking, teknologi yang dapat mengubah energi kinetik menjadi listrik untuk mengisi ulang daya, artinya biaya isi ulang daya yang jauh lebih murah lagi.

Di negara-negara Eropa dan Amerika, charging station sudah mudah ditemukan di banyak tempat. Kita bisa mencarinya menggunakan google maps dan mengetikkan kata charging station. Di daratan skotlandia sudah ada sekitar 179 rapid charging station, belum charging station biasa dan charging station yang gratisan. Biaya pembuatan charging station juga tidak mahal. Indonesia sendiri melalui PLN sudah membangun 870an SPLU yang tersebar di beberapa kota besar, dan direncanakan akan terus bertambah.

Mungkin ada beberapa pandangan skeptis, mobilnya menggunakan listrik, namun pembangkit listriknya menggunakan bbm, jadinya sama saja. Sayangnya pandangan tersebut sama ketika kantor pos melihat HP pertama kalinya. HP tidak berbeda dengan telepon, orang masih akan tetap membutuhkan pos.

Saat ini arah perubahan sudah terjadi. Pembangkit listrik tenaga alternatif sudah lebih efisien dan efektif. Sebagai contoh satu pembangkit listrik tenaga angin dengan kekuatan penuh dapat mengaliri listrik untuk sekitar 3000 rumah. Di Eropa kita bisa dengan mudah menemukan pembangkit listrik tersebut. Di benua Afrika, sedang dibangun proyek pembangkit listrik tenaga surya yang bernama Noor Solar Project, yang mana ketika fase 3 berakhir, diharapkan pembangkit ini dapat memenuhi kebutuhan listrik Afrika Utara. Di Cina, sedang dibangun pembangkit listrik tenaga surya lepas pantai. Bahkan Arab Saudi saat ini mulai membuat proyek pembangkit listrik tenaga nuklir untuk mengurangi ketergantungan pada bbm. Banyak sekali inisiatif menuju energi baru terbarukan, dan kita patut bangga bahwa Indonesia juga sudah ikut membangun pembangkit listrik tenaga angin.

Memang sejauh ini 3 besar konsumsi dan produksi energi dunia masih minyak-gas-batu bara. Bahkan minyak kelebihan pasokan. Namun, perlu diingat bahwa zaman batu berakhir walaupun kita kelebihan pasokan batu.

Arah pergeseran sudah dimulai, persaingan antar perusahaan akan membawa inovasi dan percepatan dalam peningkatan teknologi baterai maupun pembangkit listrik, dan rentang perkembangan teknologi saat ini meningkat secara eksponensial. Banyak negara berkomitmen dalam pengurangan emisi, dan banyak perusahaan menangkap potensi bisnis ini.

Jadi, sementara dunia membuat perubahan untuk dunia yang lebih baik dan pemerintah kita mempercepat pembangunan infrastruktur agar anak cucu kita bisa bertahan dalam gempuran perubahan, marilah kita bersinergi membuat kemajuan ke arah yang lebih baik.

Baca Juga :