Pendidikan

PPDB, Dua SD di Sleman Lakukan Pelanggaran

PPDB, Dua SD di Sleman Lakukan Pelanggaran

PPDB, Dua SD di Sleman Lakukan Pelanggaran

Dua SD di Kabupaten Sleman diduga melakukan praktek pelanggaran

dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2016. Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY, kedua sekolah ini memberlakukan tes masuk kepada calon siswa pada PPDB 2016. Kedua sekolah ini adalah SD Model dan SD Percobaan Pakem Sleman.

“Untuk SD Model dan SD Percobaan Pakem, calon siswa SD ditest, padahal ketentuannya indikator penerimaanya adalah usia anak, dan sekolah tidak boleh melakukan test masuk,” terang Budhi Masturi, kepala Perwakilan ORI DIY Rabu (22/6).

Mendapat laporan ini, ORI DIY telah melakukan investigasi di lapangab.

Hasilnya, kedua sekolah ini terkonfirmasi melakukan pelanggaran. “Adapun untuk PPDB SD yang ditest, tidak berdasarkan umur, ORI DIY sudah melakukan investigasi dan temuan tersebut terkonfirmasi, sehingga kita sudah bisa sebutkan sekolahnya,” imbuh Budhi.

Untuk mendalami kasus pelnggaran ini, ORI DIY berrencana akan mendatangi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman. Tim ORI DIY akan menemui kepala Disdikpira Sleman, Arif Haryoni pada Kamis (23/6) untuk meminta penjelasan.

Selain laporan pelanggaran tes masuk, ORI DIY juga telah menerima laporan

adanya pungutan di sejumlah sekolah lain. Budhi masih belum bersedia untuk menyebut identitas sekolah itu. Ia hanya menyebut, pelanggaran ini terjadi salah satu SMP swasta di Kota Yogyakarta, dan SMA Negeri di Wonosari, Gunung Kidul.

 

Baca Juga :