Pendidikan

Sebagai Penerus Bangsa, Wako Padang: Anak Jangan Jadi Generasi Cengeng dan Manja

Sebagai Penerus Bangsa, Wako Padang: Anak Jangan Jadi Generasi Cengeng dan Manja

Sebagai Penerus Bangsa, Wako Padang Anak Jangan Jadi Generasi Cengeng dan Manja

Sebagai penerus bangsa, anak diharapkan mampu menaklukkan dunia. Karena itu, sejak usia muda,

anak harus tahan banting dan mampu menghadapi tantangan.

“Kita mesti siapkan anak untuk menghadapi tantangan. Jangan menjadi generasi cengeng dan manja,” ujar Walikota Padang, H. Mahyeldi saat melihat penampilan TPQ/TQA Masjid Al Furqan dalam penilaian Lembaga Didikan Subuh (LDS) tingkat Sumbar, di Kompleks Rahaka, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, belum lama ini.

Walikota mengatakan, agar tidak manja dan cengeng butuh peranan orangtua dalam menempa anak. Selama ini, menurut Mahyeldi, sebagian orangtua ada yang tidak ingin anaknya terforsir.”Ada sebagian orangtua tak ingin anaknya capek, letih. Salah itu. Tidak apa-apa mereka capek,” kata Mahyeldi.

Walikota menceritakan bahwa suatu kali dirinya pernah bertemu dengan 500 siswa sekolah

. Dalam pertemuan itu sangat sedikit sekali siswa yang mau bertanya, berdiskusi maupun mengungkapkan pikirannya. “Sudah saya pancing-pancing, saya bentak, tetapi tetap tidak ada yang mau bertanya dan berdiskusi,” terang Walikota di depan jamaah masjid tersebut.

Melihat hal itu, Mahyeldi berkesimpulan bahwa penyebab anak kurang mau bertanya dan berdiskusi karena anak tidak disiapkan orangtua secara baik dalam menghadapi tantangan. “Bagaimana anak bisa taat dalam menjalankan agama, sedangkan anak tak kuat menghadapi tantangan,” ucap Walikota.

Agar anak lebih cerdas cukup banyak cara yang dilakukan. Utamanya yakni lebih memfungsikan syaraf otak anak.

Apabila hanya sedikit rangsangan yang diberikan maka anak tidak lebih cerdas. “Rangsangan yang diberikan itu bisa dilakukan berupa mengajak diskusi, bertukarpikiran, atau mengajak jalan-jalan,” cecar Mahyeldi.
Karena itu, Walikota mengimbau kepada seluruh orangtua untuk menyiapkan anak menjadi pemimpin. Sebab, sebagai umat Islam, mesti berada di tengah-tengah. “Umat Islam berada di tengah, bukan di pinggir,” ungkapnya.

Sementara dalam lomba penilaian LDS tingkat Sumbar, seluruh murid TPQ/TQA Masjid Al Furqan menunjukkan kebolehan di depan Walikota Padang termasuk di depan Tim Juri dari Dewan Mesjid Indonesia Sumatera Barat. Murid-murid TPQ/TQA menampilkan hafalan zikir, doa-doa, surat-surat dalam juz 30, dan praktek shalat jenazah.

“Penampilan anak-anak semua cukup bagus. Penampilan bagus ini harus tetap dijaga dan dipelihara. Orangtua agar membimbing dan terus memberi semangat,” ajak Mahyeldi.

Usai kegiatan tersebut, sebanyak 26 “Pejuang Subuh” di masjid itu mendapat reward dari Walikota Padang. Tampak hadir dalam acara itu diantaranya Camat, anggota DPRD Padang, Muharlion, dan beberapa kepala SKPD

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/4wGUN5IdT0zSa3s